Rupiah Melemah, Industri Manufaktur hingga Pangan Terancam Biaya Produksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3158509/original/055501600_1592723442-2.jpg)
Image: Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan rupiah mulai membayangi industri dalam negeri karena sebagian besar kebutuhan bahan baku dan barang modal masih bergantung pada impor. Industri manufaktur, makanan dan minuman, hingga farmasi menjadi sektor yang rentan karena kenaikan nilai pembelian bahan impor dapat langsung menekan biaya produksi dan keuntungan perusahaan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan industri dengan ketergantungan tinggi terhadap bahan baku, komponen, dan mesin impor menghadapi tekanan paling besar akibat pelemahan rupiah.
“Impor bahan baku dan barang penolong tercatat mencapai US$ 150,57 miliar atau sekitar 71,5% dari total impor nasional, dengan pertumbuhan sebesar 21,11%.
This page shows only an excerpt. The full story is published by Liputan6.
Related tickers
More news View More