Rupiah Melemah, Sektor Makanan hingga Digital Ikut Tertekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
Image: Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya membebani sektor usaha yang bergantung pada impor, tetapi juga mengancam bisnis berorientasi domestik, mulai dari makanan dan minuman, kesehatan, konstruksi, properti, hingga industri digital.
Ketergantungan terhadap bahan baku, mesin, teknologi, dan layanan berdenominasi valuta asing membuat biaya operasional perusahaan meningkat ketika rupiah melemah.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan, dampak pelemahan rupiah dapat menjalar ke berbagai sektor yang selama ini terlihat tidak memiliki ketergantungan besar terhadap perdagangan internasional.
"Jadi, ukuran dampaknya bukan hanya apakah suatu usaha melakukan ekspor atau impor, tetapi seberapa besar ketergantungannya pada komponen berdenominasi valuta asing,” ujar Anggawira kepada Liputan6.com, Rabu (4/11/2026).
This page shows only an excerpt. The full story is published by Liputan6.
Related tickers
More news View More