Kejar BBM E50, Pemerintah Hitung Ulang Lahan untuk Produksi Etanol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391573/original/004412000_1793940913-biotenal.jpg)
Image: Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah masih menghitung ulang kebutuhan lahan untuk produksi bioetanol. Langkah ini dilakukan karena penanaman tebu sebagai bahan baku utama membutuhkan karakter lahan khusus.
Sebelumnya, pemerintah berencana menyiapkan 2 juta hektare lahan untuk mendukung pengembangan BBM campuran etanol dari E20 hingga E50. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut angka kebutuhan lahan tersebut masih dalam tahap finalisasi.
"Kita hitung ulang ya, kita tapi dari desain dari Kementerian Pertanian angkanya seperti itu. Kita kemarin juga sudah dipaparkan oleh Bapak Presiden dalam sidang Kabinet Paripurna. Bapak Presiden nanya, 'Pak Mentan, apakah ini sudah lepas dari kawasan hutan, atau itu tidak mengganggu hutan kan?'," kata Hanif di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
This page shows only an excerpt. The full story is published by Liputan6.
More news View More