Alasan Kebun Tebu Bioetanol Tak Bisa Asal Pakai Lahan Bekas Karhutla
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
Image: Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa serta-merta dialihfungsikan menjadi perkebunan tebu. Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang mengidentifikasi sekitar 9,7 juta hektare lahan rusak (degraded land) untuk dimanfaatkan secara tepat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, tanaman tebu membutuhkan karakteristik lahan dan iklim yang sangat spesifik. Hal ini membuat wilayah seperti Kalimantan kurang cocok untuk pengembangan komoditas tersebut.
"Jadi si tebu ini karakternya lahannya tertentu ya, tidak semua seperti Kalimantan tidak bisa, tidak bisa ya," kata Hanif di Jakarta, dikutip Sabtu (7/11/2026).
"Jadi lebih kepada Pulau Jawa yang karakter iklimnya pada saat ditanam ada hujan, pada saat mau panen itu harus kemarau," imbuhnya.
This page shows only an excerpt. The full story is published by Liputan6.
More news View More