Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Ekonom UGM Soroti Ancaman El Nino
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985851/original/076163300_1649154109-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-3.jpg)
Image: Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III 2026. Kendati tumbuh positif, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan penguatan ekonomi yang solid lantaran sejumlah sektor utama masih bergerak lambat dan konsumsi masyarakat mulai kehilangan momentum.
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Bowo Setiyono, menilai pemerintah perlu mencermati kualitas pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari aspek daya beli masyarakat, penyerapan tenaga kerja, hingga keberlanjutan produksi pangan.
“Pertanian tumbuh 0,46 persen dan pertambangan 0,91 persen, padahal kedua sektor tersebut memiliki pangsa 22,65 persen terhadap PDB. Kondisi ini perlu dicermati karena sektor pertanian menyerap 28,78 persen tenaga kerja,” ujar Bowo kepada Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).
This page shows only an excerpt. The full story is published by Liputan6.
More news View More